Serangan terhadapat Kriptografi
-"Telaumbanua"
pertemuan 2
tentang Serangan
terhadapat Kriptografi yang terdiri dari:
1. Konsep Kriptanalis
Kriptografi berkembang sedemikian rupa sehingga melahirkan bidang yang berlawanan yaitu kriptanalisis. Kriptanalisis (cryptanalysis) adalah ilmu dan seni untuk memecahkan cipherteks menjadi plainteks tanpa mengetahui kunci yang digunakan. Pelakunya disebut kriptanalis.
Jika seorang
kriptografer (cryptographer) mentransformasikan plainteks menjadi cipherteks
dengan suatu algoritma dan kunci maka sebaliknya seorang kriptanalis berusaha
untuk memecahkan cipherteks tersebut untuk menemukan plainteks atau kunci.
Jika seorang
kriptografer (cryptographer) mentransformasikan plainteks menjadi cipherteks
dengan suatu algoritma dan kunci maka sebaliknya seorang kriptanalis berusaha
untuk memecahkan cipherteks tersebut untuk menemukan plainteks atau kunci.
2. tujuan Kriptografi
Tujuan kriptografi adalah memberikan layanan keamanan. Aspek keamanan sebagai berikut:
1. Kerahasiaan (confidentiality) Layanan yang digunakan untuk menjaga isi pesan dari siapapun yang tidak berhak untuk membacanya
2. Integritas data(data integrity) Layanan yang menjamin bahwa pesan masih
asli/utuh atau belum pernah dimanipulasi selama pengiriman.
3. Otentikasi (authentication)
Layanan yang untuk mengidentifikasi kebenaran pihak-pihak yang berkomunikasi
(user authentication) dan untuk mengidentifikasi kebenaran sumber pesan (data
origin authentication).
4. Nirpenyangkalan
(non-repudiation) Layanan untuk mencegah entitas yang berkomunikasi melakukan
penyangkalan, yaitu pengirim pesan menyangkal melakukan pengiriman atau
penerima pesan menyangkal telah menerima pesan.
3. jenis-jenis
serangan kriptografi berikut contohnya
Serangan pasif (passive attack) Pada serangan ini,
penyerang tidak terlibat dalam komunikasi antara pengirim dan penerima, namun
penyerang menyadap semua pertukaran pesan antara kedua entitas tersebut.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi yang digunakan
untuk kriptanalisis.
1.
Wiretapping:
penyadap mencegat data yang ditransmisikan pada saluran kabel komunikasi
dengan
menggunakan sambungan perangkat keras.
2.
Electromagnetic eavesdropping: penyadap mencegat
data yang ditrasmisikan melalui
saluran wireless, misalnya radio dan microwave.
Serangan Aktif (Active attack) Pada jenis serangan
ini, penyerang mengintervensi komunikasi dan ikut mempengaruhi sistem untuk
keuntungan dirinya. Misalnya penyerang mengubah aliran pesan seperti menghapus
sebagian cipherteks, mengubah cipherteks, menyisipkan potongan cipherteks
palsu, me-replay pesan lama, mengubah informasi yang tersimpan, dan sebagainya.
4. kompleksitas
serangan
Kompleksitas serangan dapat diukur dengan beberapa cara, yaitu :
1. Kompleksitas data (data
complexity) Jumlah data (plainteks dan cipherteks) yang dibutuhkan sebagai
masukan untuk serangan. Semakin
banyak data yang dibutuhkan untuk melakukan serangan, semakin kompleks serangan
tersebut, yang berarti semakin bagus sistem kriptografi tersebut.
2. Kompleksitas waktu (time complexity) Waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan serangan. Semakin lama waktu yang dibutuhkn untuk melakukan serangan,
berarti semakin bagus kriptografi tersebut
3. Kompleksitas ruang memori (space/storage complexity) Jumlah memori yang
dibutuhkan untuk melakukan serangan. Semakin banyak memori yang dibutuhkan
untuk melakukan serangan, berarti semakin bagus sistem kriptografi tersebut.
Komentar
Posting Komentar